6.1 YOUTUBE SEBAGAI MEDIA DAKWAH

  Sosial media merupakan dua unsur yang disatukan dalam satu aplikasi yang mendukung sosialisai sekaligus sebagai media informasi, baik sifatnya yang terbatas maupun tak terbatas. Pada era globalisasi seperti ini banyak kalangan masyarakat menggunakan media sosial untuk komunikasi, untuk mencari informasi, dan mendapatkan informasi. Media sosial yang popular dan sering digunakan adalah media sosial seperti whatsapp, instagram, facebook, path, line, twitter, youtube, dan lain sebagainya. Menurut Micheal Cross dalam penjelasan Umi Aflaha bahwa media sosial merupakan suatu term yang mendeskripsikan beragam teknologi yang digunakan untuk mengikat orang-orang ke dalam kolaborasi, saling tukar informasi, dan berinteraksi lewat pesan yang berbasis web. Masyarakat sekarang berkomunikasi tidak hanya dengan tatap mata dan bertemu, namun di zaman modernnisasi telah merubah semua gaya hidup masyarakat dengan memberi fasilitas yang mudah. Seperti halnya dulu sesorang kalau mau berkomunikasi dengan orang lain sangat begitu sulit namun sekarang menjadi lebih mudah berkomunikasi dengan orang 43 lain dan kita juga lebih mudah mendapatkan informasi dunia luar lewat media sosial seperti media youtube. Media dakwah adalah sarana yang digunakan dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah. Disebutkan Deddy Mulyana bahawa media boleh merujuk pada alat mahupun bentuk pesan, baik verbal maupun nonverbal, seperti cahaya dan suara. Media youtube dimanfaatkan pengguna media untuk melihat berbagai macam konten video, dapat digunakan oleh pengguna untuk live streaming media youtube juga seperti media televisi. Tetapi media youtube lebih mudah diakses dan lebih banyak konten video yang disajikan serta dapat menjadi media dakwah dalam bentuk video ceramah. Berdasarkan ulasan di atas, dapat disimpulkan bahawa media youtube adalah salah satu media yang dapat dimanfatkan untuk menyebarkan berbagai macam informasi dan mendapatkan informasi. Media youtube juga dapat dimanfaatkan sebagai media dakwah melalui konten video ceramah. dengan menggunakan media youtube mempermudah dalam penyampaianya dan melihatnya. Disini peneliti menggunakan Teori Hypodermic Needle Theory (Teori Peluru) guna membuktikan permasalahan kedalam kenyataan yang ada. 

    Teori Hypodermic Needle Thory atau Teori Peluru ini dikatakan bahawa media sosial sangat aktif dan powerful, sedangkan audiens pasif. Sehingga 44 media akan mudah mengenai atau menembus sasaran (audiens) . Penelitian model jarum hipodermik ini dilakukan Hovland dkk. Untuk meneliti pengaruh propaganda sekutu dalam merubah sikap. Model ini mempunyai asumsi bahwa komponen-komponen komunikasi (komunikator, pesan, media) amat perkasa dalam mempengaruhi komunikasi. Disebut model jarum hipodermik karena dalam model ini dikesankan seakan-akan komunikasi “disuntikkan” langsung ke dalam jiwa komunikan. Model ini sering disebut “Bullet theory” (teori peluru) karena komunikan dianggap secara pasif menerima berondongan pesan-pesan komunikasi. Bila kita menggunakan komunikator yang tepat, pesan yang baik, atau media yang benar, komunikan dapat diarahkan sesuai kehendak kita. Teori Hypodermic Needle Thory atau teori peluru mengasumsikan bahwa media memiliki kekuatan yang sangat perkasa, dan komunikan dianggap pasif. Seorang komunikator dapat menembakan peluru komunikasi yang begitu ajaib kepada khalayak yang tidak berdaya. Dari teori diatas, peneliti mengkaji tentang media youtube sebagai media yang sangat aktif kepada khalayak. Khalayak pada penelitian disini adalah mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam Angkatan 2015-2017 Fakultas Dakwah IAIN Salatiga. 

Comments

Popular posts from this blog

4.1 CABARAN-CABARAN YANG DIHADAPI

4.0 CABARAN YANG DIHADAPI DALAM MENYAMPAIKAN DAKWAH MELALUI MEDIA SOSIAL

MUKA DEPAN